“Dunia begitu sempit,” kata Fiona ketika melihat sosok Evander. Ternyata, pangeran Ravensel adalah pria yang pernah ia temua beberapa waktu silam. Evander tertawa pelan. “Benar sekali. Di persimpangan jalan, dekat pelabuhan, hujan besar,”Fiona menyela. Tawanya terlihat menggemaskan. “Kau meminjamkanku jubahmu. Eh, aku masih menyimpannya,” “Aku sudah melupakannya,” tukas Evander mengingat pertemuan pertama secara tidak sengaja dengan sosok Fiona yang ternyata seorang putri raja Franca. “Uangku dirampok,” lanjut Fiona mengingat momentum pertemuan ke dua mereka. Evander terkekeh lagi. “Ingatanmu tajam sekali.”Fiona mengulum senyum. Cara ia berbicara dan bersikap benar-benar mewakili citra seorang pangeran berbudi luhur selain daya tarik visual yang ia miliki. Ia tidak melihat cela dalam dirinya. “Kau menolongku untuk ke dua kalinya. Kau memberiku uang koin emas.”Evander menghela pendek. “Kau masih mengingatnya rupanya. Aku pikir aku tidak memberimu apapun. Tunggu, apa jangan-janga
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya