Ana mengangkat wajahnya, menatap Leon dengan sorot mata bertanya.“Evander adalah pangeran,” lanjut Leonhart. “Apa pun yang ia rasakan, ia tidak bisa bertindak hanya berdasarkan perasaan itu.” Ia menjeda sejenak, memilih kata-katanya. “Ia harus menikah dengan bangsawan. Seseorang yang setara secara status. Itu bukan soal cinta semata, tapi tanggung jawab.”“Leon,” Ana menyela tetapi Leon sudah keburu menambahkan.“Dan, Inez hanya seorang pengawal,” ucapnya kemudian, lebih pelan tapi bernada jelas. “Ia setia, terhormat, dan pantas dihormati. Tapi ia bukan pilihan yang dapat diterima sebagai permaisuri.”Ana mengepalkan jemarinya. “Tapi perasaan Evander—”“Perasaan bisa dikorbankan,” potong Leonhart lembut, meski kalimatnya tajam. “Mahkota tidak memberi ruang untuk pilihan pribadi.” Ia menatap Ana, sorot matanya serius. “Evander harus memahami itu. Dan kau juga.”Kata-kata itu menggantung di antara mereka, membuat Ana merasa tidak nyaman.Leonhart terdiam sejenak, seolah sudah menduga a
Last Updated : 2026-01-22 Read more