"Aku sudah siapkan kamar lainnya jadi ruang kerjamu, dan pakai sistem pengenalan keamanan, cuma kau yang bisa masuk, aku juga nggak bisa."Bravi berkata, "Oke, aku mau lihat."Raisa mengirim kode akses ke Bravi, lalu Bravi memasukkan data diri, pintu yang tadinya tidak bisa dibuka kini bisa. "Sistem ini sama seperti yang ada di ruang kerjaku." Raisa menunjuk kamera kecil yang tidak mencolok. "Ini kamera pengawas, jadi aku juga nggak bisa masuk."Bravi tiba-tiba merasa seolah-olah Raisa bersinar. Dia mendorong pintu dan masuk ke dalam. Ruangan itu tidak besar, tapi cukup untuk bekerja. "Minggu ini, kau khusus siapkan kamar ini buatku?"Raisa mengangguk. Bravi menahan keinginan untuk memeluknya, sorot matanya dalam, dan berkata, "Apa kau yakin hanya aku yang bisa buka ruangan ini?"Raisa berkata, "Kalau aku beneran mau masuk, bisa sih." Sistem itu terkendali, tinggal buat kode untuk membobolnya saja. "Tapi tenang saja, aku nggak akan seenaknya mengintip privasimu."Bravi mendengus t
Read more