Mulut Rian memang sangat tajam, bahkan Raisa saja sesekali kesulitan menahannya, apalagi Dina.Semua orang di sekitarnya hanya mengucapkan kata-kata baik, tetapi setelah mendengar itu, Dina begitu marah hingga hampir meledak. Dengan suara pelan, dia mengancam, "Kalau kau berani menyentuhku, aku akan pastikan kau menghabiskan beberapa hari di kantor polisi."Rian tertawa dingin, dan berkata, "Silakan saja."Dina mengepalkan tinjunya. Ekspresi acuh tak acuh Rian hanya memperbesar amarahnya. Dengan marah, dia mencengkeram lengan Raisa dan meluapkan kemarahannya, "Pantas saja selama nikah sama kakakku, kau nggak pernah ketemu keluargamu. Ternyata keluargamu memang payah, cuma bisa buat malu orang!"Dina menyeringai dengan penuh penghinaan. "Raisa, kau sekarang sudah cerai, bahkan punya adik yang merepotkan, pria yang lebih unggul dari kakakku pasti nggak mau, pria biasa pun pasti nggak suka padamu!"Rian yang bertemu anggota Keluarga Yuliardi untuk pertama kalinya, memiliki wajah yang begi
Baca selengkapnya