"Jangan gunakan kata-katamu untuk memancing emosiku," peringat Kevin sambil menarik napas dalam-dalam. Saat ini yang terpenting baginya adalah menenangkan Raisa, dia tidak keberatan memberi Raisa sedikit keuntungan."Kau kan sudah membuka perusahaan, aku bisa investasi modal buatmu, menyediakan sumber daya, dan tim biar perusahaamu jadi yang terbaik di industri ini. Apa pun yang kau mau, aku bisa menyediakannya."Kevin berkata, "Uang, mobil, rumah, apapun yang kau mau, aku akan memenuhinya. Aku juga bisa berinvestasi di perusahaan Rian. Raisa, aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik, asalkan kau mau memberiku kesempatan."Raisa menatapnya dengan terkejut, berseru, "Kau mencoba menyuapku dengan uang?""Kau butuh uang, kan? Kenapa kau membuka perusahaan? Kau kira mengutak-atik usaha sampah itu bersama Suri bisa menghasilkan banyak uang? Raisa, kau butuh bantuanku."Wajah Raisa menjadi gelap, menolak tajam, "Aku nggak butuh!"Wajah Kevin kembali menegang. Dia menahan amarah dan berkat
Read more