Pria itu bertanya, "Kau sudah pikirkan baik-baik, makanya cari aku?""Iya," gumam Raisa."Gunakan pacarmu dengan bijak. Bukan cuma peluk cium, kau juga boleh minta yang lain, itu hakmu."Raisa merasakan campuran emosi yang pahit namun manis."Apa kau nggak penasaran ada apa?""Kalau kau mau cerita, kau pasti cerita. Sekarang, menemanimu, itu mungkin yang paling kau butuhkan."Raisa segera memeluknya erat, ingin menempel padanya, lalu berkata, "Kau itu kok baik banget sih?"Bravi berkata, "Baik sama kau, itu sudah jadi instingku.""Nanti, pas kita tidur bareng, kalau aku menyentuh tubuhmu, apa kau akan bereaksi?""Kalau aku sedih, aku juga maunya memelukmu. Itu juga instingku."Raisa menutup mata, mendengarkan detak jantungnya.Bravi meletakkan dagunya di atas kepala wanita itu. "Aku suka kau secara fisik, tapi dibandingkan perasaanku, itu bukan apa-apa. Kau bisa melakukan apa pun yang kau mau, aku malah sangat menantikannya."Raisa mendekatkan wajahnya, lalu bergumam, "Iya." ...Semin
続きを読む