Lin Yue menatap barisan para tetua tanpa berkedip. Matanya dingin, tajam—seolah setiap wajah tua di hadapannya hanyalah halaman terbuka yang sudah ia baca sejak lama. “Sejak awal,” ucapnya pelan, suaranya tenang namun menghantam, “sejak saat kalian mengundangku bersama Qingyan, aku sudah tahu maksud kalian.”ucap Lin Yue sambil menatap mereka dengan datar dan tajam. Salah satu tetua menyipitkan mata. Yang lain mengeraskan rahang, aura mereka berdenyut semakin berat. “Aku tidak bodoh,atau aku terlalu pintar” lanjut Lin Yue, senyum tipis muncul di sudut bibirnya. “Aku tahu kalian tidak pernah melakukan sesuatu tanpa tujuan,makanya aku pura pura tidak tahu dan mengikuti arus sampai di titik ini." Ia menggeser tatapannya, berhenti tepat pada tetua di tengah. “Aku mengiyakan,” katanya jujur. “Karena aku juga membutuhkan informasi.” Keheningan menegang. “Namun yang membuatku terkejut…” Lin Yue melanjutkan, nadanya merendah, “Adalah saat aku menyadari bahwa apa yang ka
آخر تحديث : 2025-12-22 اقرأ المزيد