Di dalam gubuk akar itu, suasana hening. Hanya suara kabut di luar yang mendesis halus, seperti bisikan makhluk yang bersembunyi. Lin Yue duduk bersila, mengambil kantong kecil dari ruang penyimpanan spiritualnya. Ia mengeluarkan beberapa makanan kering—roti kering, kaldu pekat dalam labu bambu, dan buah buahan. Ia menyusunnya di atas daun besar, lalu menatap Mo Han yang bersandar di dinding, pedangnya tetap di pangkuan. “Mo Han,” ucap Lin Yue datar. “Mo Han ayo makan.” Mo Han mempersempit mata, tidak bergerak. “Aku tidak lapar, kau saja.”sambil. Menatap makanan di depannya. Lin Yue menghela napas dalam, ia menoleh ke arah Mo Han yang tidak jauh darinya di kita sudah lelah karena pertarungan tadi,kau juga laparkan, dan kau sepertinya selalu kesal sepanjang perjalanan. “Kau belum makan sejak pagi,” katanya sambil menahan emosi. Mo Han akhirnya menoleh, tatapannya tajam dan penuh kewaspadaan. “Dan aku tidak makan makanan yang bisa saja kau simpan racun di dalamnya
آخر تحديث : 2025-11-30 اقرأ المزيد