Hanya demi membela orang luar, dia terus mengungkit-ungkit masalah ini di sini tanpa mau mengalah.Benar-benar bodoh.Suasana di ruang VIP itu pun terdiam selama dua detik.Reynald semakin memikirkannya, semakin merasa itu konyol. "Caleb, dia bilang menganggapmu sebagai adik, lalu kamu benar-benar menganggap dirimu adik kandungnya? Kamu dan aku, kitalah saudara kandung yang sedarah ....""Apa urusanmu?"Caleb langsung memotong ucapannya. Di sepasang mata yang biasanya jernih dan dingin itu, tiba-tiba tersirat sedikit ketegasan. "Kalau kamu menindasnya, kamu memang harus membayar harganya."Nada bicaranya pelan, tetapi tidak menyisakan sedikit pun ruang untuk bernegosiasi. "Kalau kamu tidak menghargainya, masih banyak orang yang …."Sebelum kata-kata terakhirnya selesai terucap, pintu ruang VIP itu tiba-tiba didorong terbuka dari luar.Saat melihat Rivaldi berdiri di ambang pintu, Dia langsung menghentikan ucapannya.Rivaldi berdiri di depan pintu, tatapannya menyapu kedua bersaudara ya
Read more