Riven membeku beberapa detik. Dengan wajah kaku, pemuda itu membalikan tubuhnya dan menghadap Sanders, melihat kilatan penuh luka yang tergambar jelas dimatanya setelah berbicara. Riven masih diam, butuh waktu lama untuk mencerna pengakuan Sanders yang tidak sampai masuk ke dalam logikanya. “Katakan sekali lagi,” bisik Riven meminta, berpikir bahwa dia telah salah mendengar. “Riven..” “Katakan sekali lagi!” bentak Riven marah. Sanders perlahan bangkit dari tempat duduknya, pria itu mendekat selangkah, menatap lekat mata Riven yang gemetar berkabut oleh amarah, kehancuran dan ketidak percayaan yang menelan kewarasannya. “Isela, anak hasil perselingkuhan ayah,” ucap Sanders pelan. Tenggorokan Riven mengering, satu kali dia mendengar ucapan itu, hatinya sangat perih, dan ketika dia mendengar untuk kedua kalinya, hatinya hancur berkeping. “Bagaimana kau tahu hal ini?” tanya Riven masih tidak percaya sesuatu yang tidak masuk akal yang telah terucap dari mulut kakaknya. “
Terakhir Diperbarui : 2025-10-20 Baca selengkapnya