Kapal telah berlayar membawa Isela menjauh dari dari daratan, dari keberadaan Catelyna yang perlahan hilang dari pandangan mata.Mereka kembali terpisah..Isela memegang erat besi pembatas yang dingin terlapis bekuan es, kakinya lemas dan seluruh energinya telah habis dihancurkan oleh segunung kecewa.Puluhan kali Isela berteriak hingga pergi ke atas kapal, memanggil Catelyna agar segera naik. Catelyna mendengarnya, Catelyna melihatnya, namun dia memilih diam dan hanya memandanginya.Deburan angin kencang menerpa pakaian tipisnya, rambut panjangnya terbang tanpa arah seperti kondisi hatinya yang kini tengah kacau, semakin tercabik oleh kesedihan.Dilihatnya lautan luas yang kini mengelilinginya, akan membawanya pergi ke tempat tujuan seorang diri.. Isela terisak dengan lirihan putus asa. Semua hal yang dia lakukan, tidak ada satupun yang berjalan dengan baik, semuanya berakhir dalam kegagalan. “Anda harus masuk, di sini berbahaya,” tegur seorang petugas.Dengan langkah limbung I
Terakhir Diperbarui : 2025-10-25 Baca selengkapnya