Bab 89. SENOPATI ARYA Tentunya kedua jagoan kampung itu akan menjerit sekeras-kerasnya, jika tubuh mereka tidak ditotok yang membuat mulutnya tidak bisa mengeluarkan suara. Kali ini kaki kedua orang jagoan kampung terputus sebatas lutut. Dengan darah yang terus mengalir, serta rasa sakit yang dialami, mereka langsung pingsan. Pemandangan mengerikan ini, seketika membuat semua orang memandang penuh hormat dan rasa takut kepada pendekar wanita itu. Jaka Tole sampai menggelengkan kepalanya, begitu melihat kekejaman pendekar wanita itu. “Ternyata wanita itu sangat kejam, mungkin karena terbiasa diganggu para pria,” Sementara itu, pendekar wanita yang baru saja mengakhiri keperkasaan sebagai seorang pria, tampak duduk kembali di mejanya dan menikmati makanannya yang belum selesai. Pemilik kedai tentu saja sangat terkejut melihat akhir dari keributan ini, tanpa sepengetahuan semua pelanggan kedainya, sang juragan kedai sudah memerintahkan sala
Terakhir Diperbarui : 2025-12-13 Baca selengkapnya