Partager

BAB 8 CEO Bar-Bar

Auteur: Scorpio_Girl
last update Date de publication: 2026-05-29 22:15:46

"Jangan menangis lagi. Saya minta maaf," ucap Nolan, suara yang tadinya penuh dengan emosi kini semakin melembut, ia merasa sangat bersalah melihat kondisi Airin yang seperti ini. Jemarinya bergerak gemetar, mengusap lelehan air mata di pipi Airin dengan sangat hati-hati.

'Dasar Bodoh,' batinnya, Nolan benar-benar mengutuk dirinya sendiri atas tindakan bar-bar yang baru saja ia lakukan hingga membuat gadis polos ini ketakutan.

​Namun, Airin langsung memalingkan wajah, menghindari sentuhan le
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 38 Sedikit kepedulian Airin untuk Nolan

    "Hati-hati, Rin!" ucap Galang khawatir setengah mati melihat Airin berjalan tergesa-gesa menaiki anak tangga tanpa memedulikan kondisi tubuhnya yang sebenarnya belum pulih sepenuhnya. ​Meskipun lo masih sangat menyukai pria lain, gue tetap dengan senang hati bersedia nemenin lo, Rin. batin Galang pedih, menatap nanar punggung Airin yang kian menjauh meninggalkannya sendirian di anak tangga terbawah.galang terkekeh getir, "mungkin sebentar lagi gue dapat penghargaan pria terbodoh sedunia." ​Galang tahu betul seberapa besar Airin mengkhawatirkan pamannya saat ini. Hatinya tentu saja sakit melihat gadis yang dicintainya begitu mencemaskan laki-laki lain. Namun, ada hal yang jauh lebih menyakitkan bagi Galang, yaitu membiarkan Airin seorang diri menghadapi situasi pelik dan kenyataan pahit ini. ​"Walaupun hanya sebagai cadangan... sampai kapan pun gue rela, Rin!" gumam Galang lirih penuh ketulusan, sebelum akhirnya melangkahkan kaki lebar-lebar menyusul Airin ke lantai dua. ​Sementa

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 37 Terpuruknya Nolan

    Dua hari ini, dunia Nolan seolah benar-benar runtuh . Pria matang yang biasanya dikenal gila kerja itu sama sekali tidak menginjakkan kakinya di kantor. Banyak sekali agenda penting dan rapat krusial yang tertunda, hingga membuat asisten pribadinya kelabakan setengah mati menghadapi para investor. ​"Pak, ini berkas-berkas penting perusahaan yang harus Anda tanda tangani segera!" ucap Kevin dengan nada suara yang sangat berhati-hati. Ia terpaksa membawa tumpukan dokumen itu langsung ke kediaman Mahendra karena situasi kantor sudah sangat mendesak. ​Di dalam kamar utama yang temaram, Nolan tampak mengurung diri. CEO tampan yang biasanya selalu tampil necis, rapi, dan berwibawa itu kini terduduk lemas di lantai kamar, menyandarkan punggungnya pada tepi ranjang miliknya. Penampilannya benar-benar lusuh dan berantakan. Rambutnya acak-acakan, kemejanya kusut, dan di sekelilingnya berserakan belasan botol alkohol kosong. ​"Taruh di sana!" sahut Nolan parau dengan sisa-sisa kesadarannya ya

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 36 Kehamilan

    Airin mengerjapkan matanya pelan, mencoba menghalau rasa pening yang mendadak menyerang kepalanya. Netranya perlahan terbuka sempurna. ​Di mana ini? batin Airin kebingungan saat menatap langit-langit kamar berwarna putih pucat yang terasa sangat asing. Bau khas antiseptik yang menyengat langsung menusuk indra penciumannya, membuat Airin segera mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. ​Hal pertama yang tertangkap oleh matanya adalah sosok Galang. Cowok itu tengah duduk di kursi jaga samping ranjang, fokus menatap selembar kertas di tangannya dengan raut wajah yang teramat serius. ​"Galang...?" panggil Airin dengan suara yang teramat lemah. ​"Lo udah bangun, Rin?" sahut Galang cepat. Ia tersentak, lalu dengan gerakan kilat segera menyembunyikan selembar kertas yang tadi dibacanya ke dalam saku jaket. ​Airin masih tampak kebingungan, mencoba mengingat rentetan kejadian sebelum kesadarannya hilang. "Kok... aku bisa ada di sini?" ​"Tadi lo pingsan di pinggir jalan, Rin. Gue

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 35 Keputusan untuk mengakhiri

    Semenjak kehadiran Shofia kembali di rumah itu, Airin dan Nolan sudah jarang lagi terlihat dekat seperti dulu. Bahkan, Airin selalu terlihat sengaja menghindari Nolan. Begitupun dengan Nolan yang memang akhir-akhir ini jarang berada di rumah. Pria itu benar-benar disibukkan dengan pekerjaannya di kantor yang sedang dalam keadaan kritis. Ada bawahan Nolan yang mencuri berkas rahasia perusahaannya dan menjualnya kepada pihak musuh, membuatnya mau tak mau harus menguras waktu dan energinya untuk menyelamtkan perusahaannya ​Sore itu, Airin berjalan gundah di trotoar jalanan yang cukup sepi. Pikirannya melayang, membuatnya berjalan tanpa arah dengan raut wajah yang teramat murung. ​Tin! ​"Masuk!" ucap Nolan tegas sembari menurunkan sedikit kaca mobilnya. ​Airin yang sejak tadi tidak fokus dan terlihat murung, seketika tersentak mendengar suara bariton itu. Ia menoleh, menatap ke arah mobil mewah berwarna hitam yang terparkir di pinggir jalan, tepat di samping tempatnya berdiri saat ini

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 34 kedatangan mantan istri Nolan

    ​"Apa sih, Lang?" ​Galang tiba-tiba saja merentangkan tangannya di ambang pintu ruang tengah, menghadang total jalur yang akan dilewati Airin. Gerakan spontan itu sukses membuat langkah Airin terhenti mendadak karena terkejut. ​"Berangkat sekolah sama gue!" ucap Galang dengan nada memerintah, sedikit memaksa. ​Airin mendongak, menatap Galang yang sudah berpenampilan rapi dengan seragam putih abu-abu melekat pas di tubuh atletisnya. "Nggak!" sahut Airin singkat. Ia meraih pergelangan tangan Galang, menariknya turun dengan paksa agar tidak lagi menghalangi jalannya, lalu berjalan cepat meninggalkan cowok itu. ​"Emang gue ada ngizinin lo buat nolak?" sahut Galang santai sekaligus songong. Dengan langkah lebar, ia dengan mudah mengejar dan menyamai langkah kaki Airin. ​Airin akhirnya menghentikan langkah kaki tepat di teras depan kediaman mewah Mahendra. Di sana, sebuah motor sport hitam milik Galang sudah terparkir gagah, siap untuk dipacu. ​Dengan tampang berandalan andalannya, Ga

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 33 Galang Menginap

    Airin tersentak dari lamunannya. Ia menoleh ke arah sumber suara, mendengar derit roda koper yang tengah ditarik tak jauh dari tempatnya berdiam diri di taman depan. ​"Galang... Ngapain kamu kesini?" tanya Airin. Alisnya bertaut mendapati Galang yang sedang menarik dua buah koper berukuran sedang. Airin refleks mengerlingkan pandangannya ke sekitar, mencari motor sport milik cowok itu yang sama sekali tidak terlihat di sekitar sana. ​Naik apa anak ini tadi? batin Airin kebingungan. Ia sama sekali tidak mendengar deru suara kendaraan yang masuk ke pekarangan. Ataukah karena ia terlalu sibuk melamunkan pesan singkat di ponsel Nolan tadi, hingga indranya mendadak tuli? ​"Memangnya kalau gue mau ke rumah om gue sendiri harus laporan dulu sama lo?" sahut Galang ketus seperti biasanya. ​Mendengar jawaban menohok yang ketus dari Galang, Airin hanya bisa menghela napas pasrah dan menelan salivanya kasar. Hari ini emosinya sudah banyak terkuras, banyak sekali masalah yang ia hadapi dal

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 23 Penyelamat

    Jessi sengaja memarkirkan Mobilnya tak jauh dari gerbang sekolah elit, dimana Airin berada. Matanya memerah. Pikirannya melayang, berputar-putar pada memori masa lalu saat pertama kali ia bertemu Nolan. Ingatan tentang bagaimana ia selalu setia mendampingi pria itu, menjadi salah satu tangan kanann

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 17 Tragedi Toilet

    "Apa yang sedang kalian bicarakan?" ​Suara bariton yang berat dan dingin itu tiba-tiba memecah ketegangan. Nolan, yang baru saja turun dari panggung setelah memberikan sambutan, langsung mengedarkan pandangan mencari keberadaan Airin. ​Mendengar suara Nolan, Airin tersentak, seolah ditarik paks

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 16 Sugar Baby?

    Seakan tidak kapok dengan teguran Nolan di kantor pagi tadi, Jessi justru kembali berulah di acara pesta tahunan perusahaan malam ini. Ia sengaja melanggar batasan kesopanan demi menarik perhatian sang CEO. Kali ini, bukan lagi belahan dadanya yang ia pamerkan, melainkan gaun malam model backless y

  • Terjerat Pesona Duda Bar-bar   BAB 24 Kacau

    "Kejadian semalam gimana? Lo nggak apa-apa, kan?" tanya Galang, memecah keheningan. Sorot matanya tetap terfokus ke arah jalanan di depan mereka. Airin seketika terdiam mendengar pertanyaan itu. Kalimat Galang seolah menarik paksa ingatannya kembali pada kejadian menegangkan semalam, kejadian trau

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status