"Kevin cukup..." rintihnya pelan. Dia menahan lengan Kevin yang bergerak semakin liar dan kasar. "Itu... Sakit sekali." Lelaki itu mencabut lengannya, lalu melepaskan sarung tangan karet yang sempat dia kenakkan. Setelah beberapa saat, dia berkata tanpa menatap, "Urus sisanya, aku akan pergi menemui Gino. Jangan berani keluar kamar." Belum sempat Marlina menjawab, lelaki itu sudah berjalan pergi, langkahnya tegas dan dingin. Ruang kerja Kevin dipenuhi aroma kopi dan kertas. Dindingnya dipenuhi buku dan berkas-berkas proyek, tapi malam itu, suasana terasa berbeda. Lebih sunyi, lebih berat. Gino sedang duduk di kursi panjang, menatap beberapa lembar dokumeb berisi data hasil pemeriksaan terbaru. Saat Kevin masuk, dia langsung menatap temannya itu dengan ekspresi serius."Sudah selesai mengurus istrimu?" tanyanya ringan, mencoba mencairkan suasana. Kevin menarik kursi, duduk di seberangnya tanpa senyum. "Jangan bahas itu lagi, sialan kau." Gino menyimpan lembar-lembar dokumen
Last Updated : 2025-10-30 Read more