Udara malam masih lembab, menembus tirai kamar yang setengah terbuka. Di atas sofa, Kevin tampak gelisah. Napasnya berat, keningnya berkeringat, seolah sedang bertarung dengan sesuatu yang tak terlihat di alam bawah sadarnya. Di dalam mimpinya, dunia tampak begitu nyata. Dia berdiri di tengah aula megah, lampu kristal menggantung di atas kepalanya. Musik lembut terdengar samar, dan di ujung ruangan sana, Marlina berdiri dalam balutan gaun putih, tersenyum lembut.Namun senyum itu bukan untuknya. Di sisi Marlina, ada adiknya sendiri yang menggenggam tangan wanita itu erat. Di antara mereka, seorang bayi kecil tertawa pelan dalam dekapan Marlina."Marlina... apa yang kau lakukan?" suara Kevin parau, suaranya nyaris tak keluar. Marlina menatapnya datar, tanpa ragu sedikit pun."Kau tidak pantas menanyakan itu, Kevin. Lelaki sepertimu bahkan tak mampu membuat seorang wanita merasa hidup.""Tidak… aku…""Tentu saja tidak," potong Marlina lagi, matanya dingin. "Kau lelaki mandul. Seora
Last Updated : 2025-10-19 Read more