Malam itu, setelah pesta investor di hotel selesai, rumah utama keluarga Davidson kembali sunyi. Lampu gantung besar di ruang tengah masih menyala temaram, memantulkan cahaya lembut ke lantai marmer yang dingin.Kania duduk di ruang tamu, menunggu. Wajahnya tersenyum lembut, namun matanya menyimpan sesuatu yang tak bisa ditebak. David baru saja menggantung jasnya, tampak lelah namun puas. Dia menatap istrinya yang duduk tenang sambil menyesap teh."Kau tidak tidur, Kania?" tanyanya santai.Kania menoleh pelan, bibirnya melengkung dalam senyum halus."Aku hanya menunggumu, sayang. Malam ini sangat panjang, dan kupikir... sudah lama rumah ini terasa sepi."David mengangguk kecil, berjalan menghampiri. "Hmm, mungkin kau benar.""Aku berpikir," lanjut Kania perlahan, "Akan lebih baik kalau Marlina dan Kevin sesekali menginap di rumah utama.Sudah lama kita tidak berkumpul seperti keluarga. Lagi pula, Kevin pasti lelah dengan pekerjaannya, dan Marlina pasti senang jika bisa membantuku di s
Last Updated : 2025-11-06 Read more