LOGINDemi menyelamatkan perusahaan sang ayah, Marlina menjual dirinya pada seorang CEO tampan, perusahaan ternama. Kevin Andreas. Dia membantu perusahaan saingannya, dengan Marlina sebagai imbalan. Berpikir akan hidup bahagia dengan pernikahannya. Wanita itu malah mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya. Marlina dianggap sampah tak berguna, karena tidak bisa memberi Kevin keturunan. Bisakah dia bertahan dengan pernikahan ini? Karena meluluhkan seorang CEO arogan, bukanlah sesuatu yang mudah.
View MoreRumah sakit di pusat kota New York malam itu seperti berubah menjadi dunia kecil yang hanya berisi kepanikan Kevin Andreas. Marlina sudah dibawa masuk ke ruang bersalin, ditangani oleh tim medis lengkap. Namun salah satunya adalah dokter kandungan yang membuat Kevin ingin melempar botol infus ke kepala seseorang. Dr. Alexander Hartman. Tinggi, berwajah bule, mata biru cerah, hidung mancung, senyum ramah. Dia dokter yang Gino perkenalkan padanya. Namun bagi Kevin dia terlalu tampan, terlalu sempurna. Semua membuat Kevin ingin menghalau dokter itu seperti menghalau lalat dari bunga kesayangannya. Begitu dokter itu memeriksa Marlina, Kevin mendengus keras."Kenapa harus dia… dari sekian banyak dokter, kenapa yang seperti dia?!" Gino saat itu memang berada di Amerika untuk menemani Kevin hanya bisa menepuk bahunya kencang."Jangan cerewet. Dia di sini untuk membantu, bukan merebut istrimu." Tapi Kevin tidak bisa diam. Apalagi ketika dokter itu menyentuh pergelangan tangan Marlina
Waktu bergulir cepat. Begitu cepat sampai Kevin kadang masih tidak percaya bahwa hidupnya berubah sedrastis ini. Dari CEO arogan dan keras kepala, kini dia menjadi suami siaga yang hidupnya berputar hanya pada satu hal, kehamilan istrinya. Dan ternyata kehamilan Marlina tidak semanis ekspetasinya. Tiga bulan pertama, kekacauan dimulai Di awal kehamilan, Marlina mulai menunjukkan sisi dirinya yang bahkan Kevin belum pernah lihat. Suatu pagi, ketika Kevin baru saja pulang dari meeting di kantor cabang, dia menemukan istrinya duduk di sofa, mata berkaca-kaca, menatap pot tanaman mati."Marlina… apa yang terjadi?" Wanita itu menatapnya dengan hidung memerah. "Kaktusnya meninggal… Kevin… dia mati…" Kevin mengedip, bingung. "Itu… hanya kaktus, sayang." Kesalahan mematikan. Marlina langsung meledak menangis, memeluk pot seperti memeluk jenazah keluarga."Kau tidak mengerti!! Ini kaktus pertama yang kubesarkan!!! Kevin, kau jahat!!" Seketika Kevin panik, memeluknya erat sembari mengel
Dua bulan ternyata bukan waktu yang panjang bagi siapa pun yang sedang jatuh cinta. Dan untuk Kevin, dua bulan terasa seperti detik yang terus saja melaju tanpa memberi jeda.Sejak hari dimana Tuan Anggara berkata akan membawa Marlina pulang, Kevin benar-benar berubah menjadi sosok yang tak kenal kata menyerah. Ketakutan kehilangan Marlina membuatnya bertindak impulsif, bodoh, tetapi penuh cinta. Dia menculik istrinya sendiri dan membawanya jauh ke Amerika. Bukan ke sembarang tempat. Dia membawa Marlina ke hotel bintang lima yang merupakan cabang Davidson di luar negeri. Kamar suite paling mahal, paling luas, paling mewah. Dikelilingi kaca tinggi yang menampilkan kota seperti lautan cahaya. Kevin belajar hidup lebih sederhana dalam kemewahan, persis paradoks dirinya. Mengelola cabang perusahaan di sana, menjawab email yang tak ada habisnya, memukul mundur gosip di tanah air, dan menyerahkan perusahaan pusat pada Evan.Dia tidak peduli dicap kekanak-kanakan, pengecut, atau bodoh. Ba
Setelan kejadian di rumah Anggara. Marlina memperhatikan sesuatu yang aneh pada suaminya. Aneh dalam ukuran Kevin Andreas si CEO arogan yang biasanya berangkat pagi tanpa pamit dan pulang larut malam dengan wajah datar.Sekarang? Dia pulang membawa belanjaan. Dan bukan sembarang belanjaan. Pertama hari itu. Sebuah kotak beludru merah berisi kalung berlian yang bahkan membuat mata Marlina silau hanya dengan melirik. Besoknya. Sebuah tas keluaran edisi terbatas yang bahkan belum launching di toko.Lusa. Kotak besar dari butik terkenal, berisi gaun-gaun mahal yang bahkan Marlina takut menyentuhnya. Dan hari ini? Kevin baru pulang lagi dengan lima tas belanja di tangan dan satu amplop tebal. Seolah hidupnya berubah menjadi kurir pribadi sang istri."Aku membeli ini untukmu," katanya seolah sedang membeli tahu bulat. Marlina hanya bisa berkedip. "Ke-Kevin, ini semua untuk apa? Aku tidak minta apa pun…" Tapi Kevin hanya tersenyum kecil, meletakkan belanjaan itu, lalu memeluk Marlina






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews