“Arga, cepat. Nanti kita ketinggalan Anika,” ucap Ivana dengan semangat. Dia mulai menuruni satu persatu anak tangga, sesekali menatap ke arah kamar dan memastikan suaminya sudah keluar. Ivana yang berada di lantai dasar langsung melangkah ke arah pintu utama. Dia tampak buru-buru. Sebelah tangannya juga menggenggam paper bag berwarna pink. Di dalamnya terdapat kotak, tempat di mana Ivana menaruh hadiah yang sudah dia pilih. “Arga, cepat,” teriak Ivana lagi. “Iya, sebentar.”Ivana benar-benar tidak sabar menunggu Arga. Sudah tiga puluh menit suaminya itu bersiap, tapi tidak keluar juga. Padahal Arga tidak menggunakan make up sama sekali. Selain itu, Ivana juga hanya ingin memberikan hadiah, tidak mau melakukan hal lainnya. “Arga, tiga puluh menit lagi mereka berangkat ke bandara. Aku hanya mau memberikan hadiah ini. Jadi, tidak perlu berdandan,” ucap Ivana lagi. Dia bahkan hanya menggunakan pakaian tidur dan juga sandal. Rambutnya hanya digelung dengan wajah tanpa make up. Arga y
Dernière mise à jour : 2025-12-13 Read More