Pagi itu dimulai lebih awal dari yang direncanakan. Saat matahari bahkan belum sepenuhnya naik, Maya, Bagas, dan Dito sudah bersiap meninggalkan hotel. Mereka mengenakan pakaian biasa, berlagak seperti masih mahasiswa. Mereka juga memastikan tidak memakai identitas yang menunjukkan hubungan mereka dengan kantor pusat. Hanya tampak seperti tiga mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.Sementara itu, di salah satu kamar hotel, Arlan dan Sevi memilih tetap tinggal. Bukan karena mereka tidak ingin turun langsung, malah justru sebaliknya.Arlan sadar dirinya terlalu dikenal. Jika ada orang di pabrik Malang yang pernah melihat foto atau menghadiri rapat perusahaan sebelumnya, kehadirannya bisa langsung menimbulkan kecurigaan. Begitu juga dengan Sevi yang posisi nya sebagai salah satu korban dari zat tersebut.Karena itu mereka membagi peran. Maya, Bagas, dan Dito menjadi mata-mata di lapangan. Arlan dan Sevi menjadi pengamat.Sebelum berangkat, Dito sempat menunjuk kancing bajunya."Uda
Leer más