Vanya tersadar ia sudah berada di atas ranjang besar kamar itu, kehangatan tubuh Kevin di atasnya membuat seluruh ruangan terasa lebih sempit, lebih panas, lebih menekan dari udara dingin di luar. Ciuman Kevin yang awalnya lembut kini berubah semakin dalam, semakin liar. Vanya hampir tidak mengenali dirinya sendiri, tubuhnya merespons tanpa berpikir. Matanya terpejam, jari-jarinya mencengkeram bahu Kevin, napasnya naik-turun tak beraturan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Vanya membiarkan dirinya ditarik oleh hasrat tanpa takut. Sesaat muncul pikiran, ‘Apakah aku sudah siap?’ Namun, sepersekian detik kemudian, pikirannya kabur, hilang ditelan sensasi. Napas mereka bercampur, memburu, memanas …. Hingga tiba-tiba— DUUUUUMMM!!! Suara gemuruh besar mengguncang seluruh villa. Ranjang bergoyang keras. Lampu gantung bergetar hingga mengeluarkan suara ‘ting! ting!’ Kevin langsung terangkat dari posisi sebelumnya. Vanya membuka mata lebar-lebar, dadanya naik turun cepat. “A—apa i
Last Updated : 2025-11-30 Read more