“Apa yang terjadi di sini?” tanya Kevin dengan suara dingin.“Tuan Kevin,” ucap Arni lagi, mencoba menstabilkan suara yang sempat bergetar. “Saya hanya sedang menjelaskan pekerjaan kepada junior saya. Tapi dia .…” Arni tersenyum canggung, berusaha tampak profesional. “Ah, ini hanya masalah internal kami.”Ia buru-buru menambahkan sambil tersenyum agar suasana sedikit lebih cair, “Sebentar, Tuan Kevin, saya akan memberitahu Bu Amanda kalau Anda datang—” “Tidak perlu,” potong Kevin cepat, dingin.“Aku ingin tanya padamu,” ucap Kevin tajam, jelas itu ditujukan pada Arni. “Apa begitu caranya menjelaskan dengan juniormu? Dengan cara membentak?”Tubuh Arni menjadi sedikit bergetar, dia melihat ke arah Vanya, mencoba untuk berkomunikasi dengannya agar dia menjelaskan sesuatu pada Kevin, tentu untuk membantunya. Namun … Vanya hanya diam.“Panggil Bu Amanda keluar!” perintah Kevin pada Nico yang saat ini ada di belakangnya, tanpa menunggu jawaban Arni yang wajahnya sudah seputih kapas.“Baik,
Last Updated : 2025-11-20 Read more