Pagi itu seharusnya menjadi pagi yang sempurna untuk bekerja. Cairan bening, kuning pucat, hingga keemasan berjajar rapi di meja kerjanya. Aroma bunga putih bercampur resin hangat memenuhi ruangan, biasanya cukup untuk menenangkannya. Namun pagi ini, pikirannya tidak berada di sana.Ia sudah mencoba mencampur ulang formula yang sama tiga kali, hasilnya tetap tidak memuaskan. Bukan karena racikannya salah, melainkan karena tangannya bergerak tanpa hati.Pikirannya buyar.Racikan di depannya menuntut fokus penuh, keseimbangan yang presisi, seperti hidupnya sendiri yang akhir-akhir ini terasa rapuh. Semalam, ia memang tidur nyenyak seperti yang Kevin katakan. Namun entah kenapa dia merasa gelisah saat ini.Suara ketukan ringan terdengar di pintu.“Silakan masuk,” ucap Vanya pelan.Beberapa camilan tertata rapi, masih hangat, dengan secangkir teh di sampingnya.“Silakan dimakan dulu, Nyonya,” ucap wanita paruh baya itu lembut.“Terima kasih, Bi.”Vanya berpindah ke sofa kecil di sudut ruan
최신 업데이트 : 2026-01-31 더 보기