Begitu topik itu disebut, sutradara itu langsung naik pitam. "Kamu ... ini variety show percintaan. Kalau kamu nggak suka peserta perempuan masih bisa dimaklumi, tapi masa berpura-pura saja pun nggak bisa?"Asisten sutradara yang berdiri di samping menatap Maggie dengan saksama, lalu berkata penuh pertimbangan, "Mungkin kamu masih punya pilihan ketiga. Kamu bisa mengajak pacarmu ikut ke acara ini. Di hadapannya, kamu terlihat penuh perasaan."Pacar?Begitu kalimat itu keluar, wajah Maggie sedikit memanas. Semua pandangan tertuju padanya. Dia refleks mengibaskan tangan untuk menyangkal.[ Kamu salah paham. Kami bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku punya pekerjaan. Seperti yang kamu lihat, aku nggak bisa bicara, nggak cocok ikut acara ini. ]Dia menggunakan bahasa isyarat, lalu baru menyadari bahwa orang-orang di sekitarnya tidak memahaminya. Dengan tatapan meminta tolong, dia menoleh ke arah Owen.Owen menggeleng pelan menenangkannya, memberi isyarat bahwa tidak apa-apa. Kemudian, dia
Read more