Seluruh tubuh Maggie terasa sakit. Dia digendong pria itu ke kamar mandi untuk dimandikan, sama sekali tak punya tenaga untuk melawan, membiarkan dirinya diperlakukan sesuka hati.Easton membungkusnya dengan handuk bersih, lalu menggendongnya kembali ke kamar tidurnya.Maggie menatapnya dengan waspada, sementara pria itu berbaring dengan tenang di sampingnya."Semuanya sudah dilakukan, takut apa lagi?" Easton memicingkan mata menatapnya. Mata hitam itu dipenuhi rasa puas.Tubuh Maggie bergetar ringan. Seluruh badannya pegal dan nyeri. Dia meringkuk penuh kewaspadaan, tetapi yang didapat justru senyuman mengejek dari pria itu.Easton mengangkat bahu tanpa daya. Dengan nada santai khas dirinya, dia berujar, "Ranjang di kamarku basah, nggak bisa dipakai tidur."Wajah Maggie langsung memerah. Tentu saja dia tahu tempat tidur itu basah. Dia menahan sakit di sekujur tubuh, lalu membalikkan badan, membelakangi pria itu untuk tidur.Easton mengatupkan bibirnya, lalu berinisiatif mengulurkan ta
Read more