Easton menundukkan pandangan dan melirik Jossie dengan dingin. "Kamu tahu aku mau menutup pintu, tapi tetap sengaja pakai tangan buat menghalanginya?""Easton, ulangi lagi ucapanmu!""Aku mau mengulanginya sepuluh ribu kali juga sama. Tadi dia sendiri yang menaruh tangannya di pintu."Melihat keduanya hampir baku hantam dan Lucano sama sekali tidak sanggup melerai, dia terpaksa mendorong Easton keluar sambil bertindak seperti penengah. "Di bawah kayaknya ada apotek. Kamu turun beliin obat buat Jossie, sekalian minta mereka obati luka di mulutmu."Easton tidak menjawab, membiarkan Lucano mendorongnya sampai depan lift.Jossie tiba-tiba berbalik dan melangkah cepat ke depan lift, lalu berkata lembut, "Aku ikut juga, boleh?" Sambil bicara, dia menarik tangan Easton."Lepaskan." Easton meliriknya dingin.Jossie tersenyum pahit. Bibirnya terkatup rapat, lalu melepaskan tangannya.Mereka masuk lift satu per satu. Saat angka turun ke lantai satu, Easton berjalan paling depan dengan satu tanga
Read more