Leonard terbangun di sofa dengan tubuh yang terasa lebih berat dari biasanya,selimut masih menutupi bahunya, aroma teh semalam masih tertinggal samar di udara,untuk beberapa detik, ia lupa pada berita, rapat, pengkhianatan hingga kesadaran itu kembali menghantam, utuh dan dingin.Ia duduk perlahan,ada nyeri di pelipisnya, karena sisa tekanan yang belum benar-benar pergi.Di dapur kecil, Aluna sudah bangun, Ia tidak bertanya bagaimana tidurnya Leonard, Ia hanya meletakkan secangkir kopi di meja.“Minum dulu,” katanya sederhana.Leonard mengangguk. Tangannya menerima cangkir itu, sedikit bergetar, lalu menguat saat ia menyesapnya,jangat,nyata,dan cukup untuk membuatnya ingat bahwa ia masih berdiri.“Aku harus ke kantor,” ucap Leonard akhirnya. Kalimat itu terdengar seperti pengakuan, bukan keputusan.Aluna menatapnya. “Aku tahu.”“Akan lebih buruk hari ini,mereka tidak akan berhenti di kemarin.”lanjut leonard.Alu
Last Updated : 2026-01-16 Read more