Sofia menoleh cepat ketika mendengar suara pintu bangsal terbuka. Nafasnya tertahan sejenak.Adrian akhirnya tiba setelah penerbangan panjang, setelah kekacauan, dan setelah rasa cemas yang menahannya selama berjam-jam.“Adrian. Kau sudah pulang,” ucap Sofia pelan namun lega.Dia segera menghampiri pria itu, sementara Adrian hanya berdiri mematung menatap sosok Klara yang terbaring lemah dengan berbagai alat medis tersambung pada tubuhnya.Wajah Adrian tampak kacau, rahang yang mengeras, mata merah menahan amarah dan panik, kemeja masih kusut karena perjalanan panjang, dan raut yang jelas-jelas tidak pernah ingin melihat wanita yang ia cintai dalam keadaan seperti ini.Tanpa berkata apa-apa lagi, Adrian melangkah mendekat. Suaranya hampir tidak terdengar ketika dia menarik kursi dan duduk tepat di sisi ranjang Klara.Dia meraih tangan wanita itu dengan pelan, seolah takut menyakitinya. Bibirnya bergetar ketika mencium punggung tangan itu, cinta, ketakutan, penyesalan, semua bersatu da
Última actualización : 2025-11-24 Leer más