Brak!Tangan Adrian menggebrak meja dengan keras hingga suaranya menggema di ruangan itu. Adrian berdiri tegap dengan bahu tegang, napas dalam, dan rahang terkunci rapat. Sorot matanya tajam seperti pisau yang baru diasah.Helena dan Richard hanya bisa saling berpandangan sebelum akhirnya memusatkan perhatian pada putra mereka yang kini menggelegak penuh kemarahan.Adrian menatap tajam ke arah kedua orang tuanya, tatapan yang selama bertahun-tahun tak pernah mereka lihat lagi sejak peristiwa masa lalu. Namun hari ini, tatapan itu kembali, begitu dingin, gelap, dan terluka.“Kalian pikir aku akan memenuhi permintaan dia?” ucap Adrian dengan suara tajam, rendah, dan bergetar menahan amarah.Helena membuka mulut, hendak menjelaskan lagi, namun Adrian sudah lebih dahulu mengangkat tangannya untuk menghentikan. Ia melangkah mendekat, suaranya meledak dalam ruangan besar itu.“Tidak akan, Ma, Pa!” bentaknya. “Apa kalian sudah dibutakan oleh anak gila itu? Bahkan prestasinya saja belum terli
Última actualización : 2025-11-18 Leer más