Aku tidak pernah benar-benar menyukai laut. Bukan karena takut tenggelam, namun karena laut selalu terasa terlalu luas dan terlalu dalam. Seperti menyimpan terlalu banyak hal yang tidak pernah ingin ditemukan manusia. Angin Atlantik Utara jauh lebih dingin daripada yang kubayangkan. Bahkan setelah Victor memberiku jaket tebal dari kabin kapal, udara masih menusuk sampai ke tulang. Langit di atas kami gelap, hanya dihiasi beberapa bintang yang terlihat seperti lubang kecil di kain malam. Kapal Victor bergerak stabil membelah ombak. Mesinnya berdengung rendah, hampir seperti napas raksasa yang sedang tidur. Aku berdiri di dek depan, memandang kegelapan laut. Di belakangku, pintu kabin terbuka. Leonard keluar sambil membawa dua cangkir logam. Ia menyerahkan satu padaku.
Read more