Suara Elira pecah di tengah reruntuhan.“Leonard! Bangun! Tolong… bangun…”Tangannya bergetar saat menekan luka di dada Leonard. Darah masih mengalir, hangat… terlalu banyak.“Jangan tinggalin aku juga…” bisiknya putus asa.Leonard tidak menjawab, namun dadanya… masih naik turun, lemah dan nyaris tak terlihat.“Elira…” suaranya akhirnya keluar, sangat pelan.Elira langsung tersentak. “LEONARD!”“Alea…” napasnya tersengal. “jangan…menyalahkan diri…” ucapnya lemah dan kesakitan. Matanya bergerak sedikit mencoba mencari sosok itu. Ia melihat Alea berdiri jauh dari tempatnya saat ini terbaring lemah. Ia melihat sosok Alea yang diam mematung. Sementara itu, Victor tidak menyia-nyiakan waktu.“Sekarang,” ucapnya dingin.Pasukan HELIX yang tersisa langsung bergerak cepat. Perangkat penahan Aether ditembakkan. Kali ini kekuatannya lebih d tingkatkan dan lebih siap, karena mereka sudah melihat potensinya.Alea tidak melawan. Ia hanya diam tak bergerak dengan tatapan yang kosong.“…aku sudah m
Read more