Langit tidak lagi berbentuk langit. Ia seperti runtuh. Potongan realitas seperti pecahan kaca melayang di udara, memantulkan cahaya asing yang terus berdenyut. Di antara retakan itu, sosok-sosok dari luar terus turun lebih banyak, lebih dekat, dan lebih nyata. Di tengah semuanya kekacauan yang terjadi Alea berdiri sendirian. Awalnya, sampai akhirnya ada sebuah suara yang sangat ia rindukan memanggil namanya.“Alea…”Suara itu terdengar lemah, namun cukup untuk menembus semua kebisingan dunia. Alea menoleh dan di sana Leonard berdiri. Tubuhnya masih dibalut perban, langkahnya tidak stabil, darah masih merembes di sisi luka yang belum sembuh. Namun matanya tetap sama. Tetap melihat Alea… sebagai Alea meskipun dalam tubuh Jessica Swan dan beberapa kali megeluarkan cahaya yang akhirnya membuatnya terluka.
Last Updated : 2026-04-05 Read more