Yunda merapatkan bibirnya, rasa hangat perlahan memenuhi di hatinya. "Ryan, aku tahu," ucap Yunda.Ryan meletakkan dokumen di sampingnya, lalu menoleh. Tatapannya tertuju penuh perhatian pada Yunda. "Apa yang kamu bicarakan dengan Susan?" tanya Ryan.Yunda menurunkan kelopak matanya. Di matanya, ada sekilas emosi yang sulit ditebak melintas begitu cepat.Dia menggeleng pelan, berkata dengan suaranya yang lembut, "Cuma soal kompetisi. Nggak ada apa-apa. Kamu nggak perlu khawatir."Ryan menatapnya dalam diam, entah percaya atau tidak pada penjelasannya.Jantung Yunda berdegup nggak menentu."Ingat aku pernah bilang, kalau butuh bantuan, cari aku saja," kata Ryan.Yunda tersenyum kecil, tatapannya penuh dengan kesenangan. "Baik, aku tahu. Kalau aku butuh kamu, aku pasti nggak akan sungkan," ucap Yunda.Namun, urusan ini benar-benar tidak terhormat. Yunda tidak ingin Ryan atau siapa pun mengetahuinya. Dia harus menyembunyikannya rapat-rapat.100 miliar memang nominal yang besar, tetapi buk
อ่านเพิ่มเติม