Wajah Susan langsung menjadi muram.Meskipun tidak memiliki alasan yang kuat, Daniel tetap bersikeras. Dia berdiri menghalangi di depan pintu kamar hotel, seolah berkata, "Kalau kamu nggak mengizinkanku ikut, kamu juga nggak boleh pergi."Susan tidak terpengaruh. Dia meluncurkan serangan tatapan tajam pada Daniel.Ekspresi Daniel mulai menjadi muram, lalu dia melancarkan serangan terakhirnya, "Susan, pakailah logikamu. Jelas-jelas kita memesan dua kamar, tapi sejak masuk ke hotel, siapa yang merapikan kopermu? Aku! Siapa juga yang sejak masuk kamar langsung duduk di tempat tidur sambil asyik bermain ponsel? Kamu! Kamu nggak boleh memperlakukanku seperti ini. Aku sungguh sedih ...."Di bawah rentetan tuduhan Daniel, sorot mata Susan yang tadinya teguh perlahan berubah menjadi agak canggung.Daniel yang memahami taktik tarik ulur dengan baik, segera melembutkan suaranya, "Lagi pula, apa pergi keluar denganku begitu memalukan? Susan yang baik, bawalah aku bersamamu."Pada akhirnya, Daniel
Read more