Damar dan Diana memandang resah ke lantai dua kediaman Arnold yang tak kalah megah dengan rumah mereka. Setelah beberapa saat Arnold pergi ke lantai atas, Damar mendadak resah. Dia menatap sang istri dengan gundah. “Yang, kok mereka lama banget, ya? Apa mereka udah tahu niat kita? Di atas kayaknya ricuh banget. Apa jangan-jangan, Ara sedang dipukuli Arnold? Aku kok takut Ara kenapa-napa, Yang.” “Gak, Mas. Aku yakin Arnold gak akan pernah mukulin Ara. Kalau marah, mungkin iya sih. Tapi, aku gak yakin dia bakalan mukul.” “Tapi, Yang. Di atas kedengeran ribut banget loh, Yang. Gimana kalau kita ke atas, Yang?” Sebelum suaminya beranjak, Diana mencegah, “Eh, Mas. Jangan ikut campur. Itu urusan mereka, Mas. Aku yakin, semuanya akan baik-baik aja.” “Hm, keknya yang dimarahi Clayton itu, Yang. Denger gak?” Lalu, Diana memegangi jemari suaminya yang dingin. “Mungkin iya sih, Mas. Bisa aja ‘kan Clayton memberitahu Papanya, dan papanya marah. Wajar sih, Clayton kan disuruh jagain Ara. K
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya