“Ya, Nak? Ada apa?” Diana menempelkan ponselnya ke telinga. Sang putri menelepon. Ia resah, bertanya ada apa sebab Shanum menggantinya dengan mode video. Wajah Shanum terlihat gugup. “Bunda, weekend nanti mau ke puncak sama temen-temen. Boleh, gak? Bilangin ayah, ya?” Diana tersenyum mendengar Shanum yang ketika ingin pergi ke mana saja selalu berpamitan padanya atau pada Damar. “Iya, Ayah udah pasti bolehin. Tapi, gak lupa, ‘kan harus bawa siapa?” “Sagara! Aduh, Bunda. Aku mau sama temen-temen aja. Bunda ‘kan tahu, kalau ada Sagara, nanti dia godain temen-temen aku. Semuanya cewek, kok. Kalau gak boleh, aku gak pergi. Aku bilang sama temenku.” “Boleh, Nak. Tapi, diawasi bodyguard dari jauh gak papa, ‘kan?” “Kalau itu sih gak masalah, Bun.” “Ya udah, nanti Bunda bilangin sama Ayah. Butuh uang jajan gak?” “Sebenernya sih gak, tapi kalau Bunda atau Ayah mau TF lagi, gak masalah. Enak juga dikasih sangu. Tapi jangan lupa, Sagara dan Darrel kasih juga. Takut mereka iri nanti, Bu
Última actualización : 2026-01-01 Leer más