Di sebuah restoran tak jauh dari rumah sakit, suasana begitu kontras dengan ketegangan di kamar rawat. Diana dan Damar duduk berhadapan di sebuah private room. Meski usia pernikahan mereka sudah menginjak 18 tahun, namun kemesraan mereka tidak pernah luntur.“Kayak pengantin baru aja, Yang, harus disuapin segala,” goda Damar. Namun, ia tidak menolak saat sendok berisi makanan diarahkan ke mulutnya. Ia sangat bersyukur, hampir dua dekade bersama, hubungan mereka tetap harmonis tanpa pertengkaran yang berarti.“Ini salah satu cara agar hubungan kita tetap langgeng, Mas. Kalau nggak gini, ya dingin hubungan kita. Jadi ... aaaaa! Buka mulutnya, Mas,” pinta Diana manja.“Aku lebih suka buka baju, Yang!” bisik Damar nakal.“Ish! Mas!” Diana mencubit lengan suaminya, wajahnya merona merah.Sambil menikmati hidangan, raut wajah Damar kembali serius. “Ngomong-ngomong, anak-anak sepakat nikah nggak ya, Yang? Kok aku takut Ara nggak mau, atau Ara malah ngajakin Sagara pindah agama.”“Nggak usa
Última actualización : 2026-01-07 Leer más