Di rumah, Diana dan Damar sedang bersiap-siap. Waktu menunjuk ke angka 6.40 petang. “Yang ….”“Ya, Mas?” Diana yang baru saja selesai sholat, langsung melipat mukena dan sajadahnya. Meletakkannya ke atas meja khusus kemudian menghampiri sang suami. “Ada apa, Mas? Kok teriak-teriak?”“Kita ke rumah sakit sekarang, Yang. Aku ganti baju dulu. Tunggu di bawah, suruh Alex siapkan mobil.” Damar mengajak tiba-tiba, membuat Diana curiga. Ia menyentuh lengan suaminya dan bertanya, “Kok buru-buru banget sih, Mas? Ada apa? Apa ada kepentingan sampai harus ke sana sebelum jadwalnya? Bukannya di sana udah ada Ara, ya, Mas?”Damar mengangguk, “Iya, Yang. Tapi ….” Menggeleng, entah kenapa perasaannya tidak enak. Lalu, ia katakan pada Diana sejujurnya, “Tapi, kok aku ngerasa ada yang mengganjal gitu, Yang. Aku pengen lihat Sagara segera.”“Mungkin karena Mas gak ketemu Sagara seharian, makanya Mas khawatir.”“Bisa jadi sih, Yang.”“Ya udah. Ayo kalau gitu. Aku tinggal pakai hijab. Mas siap-siap aja
Last Updated : 2026-01-10 Read more