Raut muram Saga membuat hati Evelyn ikut menegang. Ia tak ingin salah langkah sedikit pun. Saat mendengar ucapan nenek barusan, Evelyn akhirnya merasa sedikit lega. Dengan hati-hati, ia mengelus rambut Saga, berusaha menenangkannya, lalu bertanya lirih,“Apa ada selimut? Aku takut dia kedinginan kalau tidur seperti ini.”“Ada, tentu ada. Liam, cepat ambilkan,” jawab nenek tanpa ragu.“Baik, Nyonya Besar.”Tak lama kemudian, Liam kembali membawa selimut tipis berwarna abu-abu muda yang tampak hangat dan lembut.“Terima kasih, Tuan Liam,” ujar Evelyn sambil menerima selimut itu, lalu menyelubungkannya dengan hati-hati ke tubuh Saga.Begitu tubuhnya terasa hangat, kerutan di kening Saga perlahan mengendur. Napasnya kembali stabil, dan ia tertidur semakin lelap.Nenek memperhatikan pemandangan itu dengan mata berkaca-kaca. Tak ingin kehadirannya mengganggu, ia memberi isyarat halus pada Evelyn, lalu mundur perlahan bersama Asisten Liam.Namun nenek tidak benar-benar pergi. Ia tetap berada
Last Updated : 2026-01-04 Read more