"Oh, Sayang, kamu harus lihat backstage di Paris kemarin," ucap Ashley penuh semangat. "Desainer dari Vogue secara pribadi memintaku menjadi pembuka. Mereka bilang, aura model internasional sepertiku tidak ada tandingannya. Benar-benar melelahkan, tapi ya ... itulah harga sebuah kesuksesan." Ashley terus mengoceh, menceritakan pencapaiannya, pemotretan di bawah menara Eiffel, hingga koleksi tas limited edition yang baru ia beli. Ia sengaja mengeraskan suaranya, sesekali melirik Rayana dengan tatapan meremehkan—seolah ingin menegaskan bahwa di rumah ini, Rayana tak punya kelas. Namun, semua kata-kata Ashley seolah menguap di udara. Arya duduk di kepala meja, memegang pisau dan garpu. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah istrinya yang sedang asik bercerita. Mata tajamnya justru terkunci rapat pada sosok di seberangnya, Rayana. Setiap kali Rayana menyuapkan sepotong kecil daging ke mulutnya, mata Arya mengikuti gerakannya bibirnya. Ia memperhatikan bagaimana bibir Rayana bergerak, ba
Last Updated : 2026-03-22 Read more