"Tega kamu, Arya ... Aku ini istrimu yang sah, bukan Rayana!" ratap Ashley. Suaranya pecah, parau karena terlalu banyak berteriak. Ia jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin, mengabaikan kimono sutra mahalnya, memukul-mukul lantai marmer itu, mencoba meluapkan rasa sakit di hatinya. Namun, Arya sudah tak peduli lagi, hanya berdiri mematung. Tidak ada tangan yang terulur, ataupun bisikan penenang yang seperti biasa ia lakukan kalah Ashley tantrum. Ia justru melirik ke arah jam dinding perak di ruang makan dengan gestur yang sangat tidak peduli. "Keputusanmu kutunggu sampai besok pagi," ucap Arya datar. "Jika besok pagi kulihat kau masih mencoba menyentuh atau mengintimidasi Rayana, aku sendiri yang akan menyeret koper-kopermu ke luar gerbang." Tanpa menoleh lagi pada istrinya yang masih merengek histeris di lantai, Arya membalikkan badan, meninggal Ashley sendirian di ruang makan. "TEGANYA KAMU MENGUSIRKU DEMI WANITA ITU!" teriak Ashley, suaranya melengking pecah hingga u
Baca selengkapnya