Pagi itu, jalanan menuju pusat bisnis kota tampak padat, namun di dalam mobil SUV mewah milik Nero, suasana terasa seperti berada dalam ruang kedap suara yang dingin. Nero sengaja tidak membawa sopir seperti biasanya. Ia duduk di balik kemudi dengan setelan jas yang sempurna, sementara Alana duduk di sampingnya, memeluk tas ransel berisi laptop dengan erat di pangkuannya.Sejak mesin mobil dinyalakan, Alana hanya terdiam. Pandangannya lurus ke depan, namun pikirannya bercabang ke mana-mana. Ia bersiap mental jika tiba-tiba Nero menanyakan kejadian di ruang makan tadi. Posisi Alana dan Axel tadi memang sangat ambigu; dorongan tangan Alana, jarak mereka yang terlalu intim, dan teriakan peringatan itu. Alana bertanya-tanya, apakah Nero mengajaknya ke kantor karena curiga? Ataukah ini cara Nero untuk menjauhkannya dari pengaruh liar Axel? Seingat Alana, Nero bukan tipe orang yang suka membawa urusan rumah ke kantor, apalagi membawa adik tiri yang tidak tahu apa-apa soal bisnis.Nero melir
Read more