Hawa dingin dari pendingin ruangan di kamar Nero seolah menusuk hingga ke tulang, namun suasana di antara mereka terasa begitu panas dan menyesakkan. Alana mematung, napasnya tertahan di tenggorokan saat tangan Nero yang besar dan hangat tiba-tiba melingkar di pinggangnya, menarik tubuhnya hingga tak ada jarak yang tersisa di antara mereka.Sebelum Alana sempat memproses apa yang terjadi, Nero menunduk. Bibirnya menyentuh bibir Alana, awalnya hanya sebuah kecupan pelan, namun penuh dengan penekanan yang menuntut. Alana terbelalak, matanya membulat sempurna. Secara refleks, ia mencoba memundurkan kepalanya, menghindar dari kontak yang tak terduga itu.Nero melepaskan tautan bibir mereka, namun wajahnya tetap sangat dekat, membiarkan napasnya yang masih sedikit panas karena demam menyapu kulit wajah Alana."Kenapa?" tanya Nero, suaranya rendah dan serak, namun mengandung intimidasi yang luar biasa.Alana hanya diam, tubuhnya bergetar hebat. Ia menunduk, tak
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-20 อ่านเพิ่มเติม