Mamon tidak melawan, dia ikut saja di bawa kedua orang ini ke dalam sebuah ruangan, di bawah todongan pistol, tapi otaknya terus cari siasat.“Duduk di sini,” dengus orang yang pegang pistol sambil dorong tubuh tinggi besar Mamon, kembali Mamon manut saja, seolah – olah dia tak berdaya, padahal ia ingin melihat musuh besar keluarganya akan muncul.Ruangan ini adalah sebuah ruangan karaoke, cukup luas dan mewah.Pintu terbuka dan klik…ruangan ini menyala teranng, Mamon tidak kaget saat yang muncul adalah wanita cantik, yang sepintas mirip mendiang Bressia, tapi kulitnya tidak se bule kulit Bressia, lebih dominan kulit lokal.Saat melihat Mamon yang kini di todong dua anak buahnya, wanita ini langsung terkekeh.“Hmm…kamu Mamon, besar sekali nyalimu, sejak kecil, remaja hingga kini jadi pemuda tampan, kamu selalu lolos dari sergapan kami. Tapi hari ini agaknya nasibmu tak bakalan tertoong,” dengus wanita ini, antara marah dan kagum degan nyali Mamon ini.“Apa kabar Aura Talang, kejahatan
Last Updated : 2026-01-20 Read more