Mamon kini senyum sendiri, si kakek sakti sudah pergi. “Mante…Raka, bentrok saat dewasa, hanya masalah perempuan, kayak perempuan di dunia ini sedikit saja,” gumamnya, lalu tertawa sendiri.Tapi dalam hatinya, Mamon diam – diam bakalan latih Raka beladiri kelak, saat anaknya mulai berusia 5 tahun."Nggak lucu si Raka sampai nggak punya ilmu beladiri, dia harus lebih hebat dari aku kelak," gumam Mamon.Mamon pun kini tidur nyenyak sampai bermimpi, anehnya dalam mimpinya, dia melihat ada dua orang pemuda yang datang menemuinya.Yang satu bertampang ganteng manis mirip bintang drakor, tubuhnya tinggi atletis dan selalu tersenyum, dengan mata berseri-seri.Yang satu seolah kebalikannya, wajah dingin, serius dan sulit senyum, wajahnya laki-laki habis, dengan sorot mata tajam, wajahnya mirip bintan iklan rokok kretek, yang menampilkan ke machoan seorang pria punya selera.Bertubuh tak kalah kokohnya, bahkan lengan ototnya menonjol, menunjukan pemuda ini hidup dalam dunia kekerasan.Tapi...wa
Read more