Baru saja keluar dari mobilnya di kampus ini, Raka tersenyum dingin melihat Frank Dusters ada di depannya.Yang bikin dia kaget, ada Annete yang bergelayut mesra di lengan Frank, hingga Raka senyum makin sinis, melihat si bule ini dengan bule yang lain.“Kurasa kita belum ada kata resmi putus, kamu kok sudah gandeng si Frank dan berani bawa anak buah ini kalau lagi jalan,” dengus Raka menahan kemangkelan hatinya, hingga si Frank terlihat meradang di olok.“Sorry yaa Raka, aku dah bosan sama kamu, aku kini dengan Frank, lagian kamu juga suka selingkuh kok, so…jadi impaslah, tapi aku terang-terangan, kamu beda, sukanya main belakang..!” sahut Annete cuek, hingga Raka alih-alih marah, malah senyum lebar."Semoga pelatuk si Frank segede milik aku agar pas sama kamu, nggak numpang lewat doank," jawab Raka cuek, hingga wajah Annete melotot dan wajah Frank merah padam, tapi Raka cuek saja. Si bule ini bukan hanya bersama Annete saja, ia tidak sendiri, di belakangnya ada 3 orang berkulit gel
Read more