“Jangan nakal aah..?” bisik Rosita gemes sambil gigit hidung mancung Romeo, tapi malah pererat pelukannya, karena cuaca makin tengah malam makin dingi ajaah, lalu klik ganti lampu tidur dengan yang lebih temaram. Romeo, nggak mau kalah donk, merasa dapat angin, dia gantian peluk tubuh denok dan wangi ini,Apesnya lagi atau malah keberuntungan, wajah Romeo malah nemplok ke dada gede Rosita, kontan nafasnya mulai ngosan-ngosan dan hasratnya terbangkit tanpa bisa di cegah, apalagi di usianya yang belum genap 17 tahun, pubernya lagi tinggi-tingginya.Otaknya makin konslet ajah, mana sebelumnya mabuk wine, di tambah sejak terakhir bersama Jeni, Romeo tak pernah macam-macam lagi dengan wanita manapun. Akibatnya, mana tahaaaan...Tapi kini, bersama si kaka angkat, situasinya jadi beda, di tambah lagi dia masih sakit hati dengan Yuli dan berpikir pendek saja, kalau Yuli bisa dengan yang lain, dia pun bisa melakukannya.Nafsunya pun semakin bangkit tanpa mampu ia kendalikan, mana tubuh Yuli y
Read more