“Yuks Om kita jalan,” ajak Eneng Dafiana dan Mante pun mengangguk, meninggalkan Romeo yang masih diam termangu dan kini termenung duduk di teras.Romeo hanya menatap saat mobil mewah ini meninggalkan halaman rumah ini, setelah nenek Marsa masuk ke dalam. Beda dengan Romeo, si nene ini malah sudah beri lampu 'ijo' buat Mante dan Eneng.Romeo masih duduk termangu dan tidak beranjak dari tempatnya. “Wajah kakak dan Om Mante tak bisa bohong, keduanya agaknya saling menyukai, aaahh bikin pusing saja,” sungut Romeo menahan kemangkelan hatinya, sebab tak menyangka hubungan Mante dan kakaknya makin dekat.Saat akan masuk, datanglah Kang Ubet dengan motornya, Romeo menahan kakinya dan menahan tawa dengan pria ini, yang terus tak nyerah kejar kakaknya, padahal sudah di tolak Eneng.“Romeo mana kakakmu?” tanya Kang Ubed sambil bawa sebuah bungkusan dan mata Romeo menebak, pasti ini kue isinya.“Kakak aku sudah jalan dengan kekasihnya ke Jakarta barusan tadi,” sahut Romeo cuek, mata Kang Ubed s
Read more