“Hmmm. Bawa bidadari nih, Pak,” goda Hasan ketika melihat Indra datang bersama Salsa.“Iya, selendangnya saya bakar, jadi gak bisa naik ke kahyangan lagi,” jawab Indra sambil tertawa.Indra mengenalkan Hasan kepada Salsa.“Jadi, Hasan itu benar-benar lelaki, Sayang. Bukan Hasanah atau Hasani yang sering kamu duga,” ujar Indra sambil tergelak.“Wah, saya masih normal, Bu. Walaupun sampai sekarang masih jomblo, belum ada niat menggoda Pak Indra,” sahut Hasan sambil tergelak.Salsa tertawa. “Iya, sekarang saya percaya. Dari dulu sih, kan sudah tahu kamu cowok.”Indra membawa sang istri masuk ke dalam ruangannya. Ruangan yang cukup luas, fasilitasnya juga lengkap, ada sofa besar bahkan ada kulkas di dalam sana.“San, tolong inta pantry untuk antarkan makanan dan minuman untuk Bu Salsa ya.”“Siap, Pak.”“Sayang, aku disini bukan mau makan,” protes Salsa.“Kan tidak mungkin kamu hanya duduk saja.”Indra mulai menyalakan laptopnya, dan tidak lama dia fokus dengan pekerjaannya. Sedangkan Sals
최신 업데이트 : 2025-12-04 더 보기