Suami dan Papa mertuaku tiba-tiba masuk kembali ke ruangan. Wajah mereka pucat, cemas... dan ada kegelisahan yang tidak bisa mereka sembunyikan. Aku langsung merasa ada yang tidak beres.Om Abimanyu—suamiku—langsung menghampiriku, tanpa berkata-kata, dia memelukku erat. Sangat erat, seakan mencoba menahan tubuhku agar tidak runtuh. Pelukannya begitu kuat, penuh kegelisahan yang sulit dijelaskan.“Aku mohon... sabar ya, Sayang,” bisiknya lirih di telingaku. “Kamu harus kuat.”Jantungku berdetak tak karuan. Tanganku refleks mencengkeram bahunya.“Ada apa, Om?” suaraku bergetar. “Kenapa... kenapa kalian begini? Om... bilang!”Dia menunduk. Matanya memerah.“Mama...” Suaranya terputus. “Mama kamu... beliau enggak bertahan, Florina.”Dunia seketika runtuh di sekelilingku. Kepalaku seperti dipukul palu godam. Mataku membelalak, tubuhku terasa ringan, dingin, seperti tak bernyawa.“T-tidak...” bibirku gemetar. “Om bohong... Mama masih di ICU! Om bohong!”Aku mendorong tubuh suamiku, berusaha
Last Updated : 2026-01-15 Read more