ВойтиAku terpaksa menjadi pengantin pengganti karena mama menghilang tepat di hari pernikahannya. Om Abimanyu—lelaki yang seharusnya menjadi papa tiriku kini justru menjadi suamiku sendiri. Kebaikan dan kelembutan Om Abimanyu mulai meluluhkan hatiku, saat aku sadar itu cinta aku mulai mendapat kabar tentang mama. Ternyata mama ... follow Instagram Masatha2022
Узнайте большеSuami dan Papa mertuaku tiba-tiba masuk kembali ke ruangan. Wajah mereka pucat, cemas... dan ada kegelisahan yang tidak bisa mereka sembunyikan. Aku langsung merasa ada yang tidak beres.Om Abimanyu—suamiku—langsung menghampiriku, tanpa berkata-kata, dia memelukku erat. Sangat erat, seakan mencoba menahan tubuhku agar tidak runtuh. Pelukannya begitu kuat, penuh kegelisahan yang sulit dijelaskan.“Aku mohon... sabar ya, Sayang,” bisiknya lirih di telingaku. “Kamu harus kuat.”Jantungku berdetak tak karuan. Tanganku refleks mencengkeram bahunya.“Ada apa, Om?” suaraku bergetar. “Kenapa... kenapa kalian begini? Om... bilang!”Dia menunduk. Matanya memerah.“Mama...” Suaranya terputus. “Mama kamu... beliau enggak bertahan, Florina.”Dunia seketika runtuh di sekelilingku. Kepalaku seperti dipukul palu godam. Mataku membelalak, tubuhku terasa ringan, dingin, seperti tak bernyawa.“T-tidak...” bibirku gemetar. “Om bohong... Mama masih di ICU! Om bohong!”Aku mendorong tubuh suamiku, berusaha
Ketukan pintu membuat kami berdua tersentak.“Permisi…” suara tenang itu milik seorang pria paruh baya—dokter jaga yang biasa memeriksa pasien di ruang ini. Aku buru-buru mendorong dada Abimanyu, dan dia cepat-cepat menjauh, berdiri seolah tak terjadi apa-apa.Wajahku panas.Astaga... Apa yang barusan terjadi? Bibirku masih bergetar. Ciumannya barusan... hangat. Meski aku marah, meski aku sakit hati, tapi... aku tidak bisa membohongi diri sendiri.Aku merindukan pelukan itu. Aku mendambakan belaian itu. Dan celakanya, aku... menikmati ciuman suamiku.Kupalingkan wajah, mencoba menyembunyikan rona yang membakar pipiku.“Aku masih marah,” desisku pelan, tanpa menatapnya.Abimanyu tidak menjawab. Tapi dari sudut mataku, kulihat ia tersenyum kecil. Tersenyum... seolah tahu bahwa dinding yang kubangun dengan susah payah mulai retak. Dan senyum itu membuatku makin kesal—dan makin kacau.“Selamat pagi, Bu Florina,” sapa dokter sambil membaca catatan di tablet kecilnya. “Kondisi Ibu mulai mem
POV Florina.Aku benci dia...Benci pada cara dia menyebut namaku seolah tak ada yang salah di antara kami. Benci pada ketenangan suaranya, saat jiwaku adalah badai tak bernama. Benci pada kelembutannya, yang kini mulai meretas celah-celah hatiku yang retak.Aku benci Om Abimanyu. Tapi... mengapa di dalam dekapannya, aku merasa damai?Mengapa di tengah gelapnya malam yang tak kukenal, dekapan pria itu justru terasa seperti rumah? Entah ini suara hatiku, atau suara halus dari kehidupan mungil yang kini kutitipkan di rahimku.Mungkin ini cinta. Atau sekadar bias dari rasa lelah yang tak pernah kutumpahkan.Atau mungkin... aku hanya terlalu rindu, terlalu rapuh, terlalu ingin dimengerti.Dia mendekatiku, membawa semangkuk bubur yang mulai hangat dengan uap kesabaran.“Pelan-pelan makannya,” katanya, dengan suara serupa gumaman angin sore yang membelai ubun-ubun.Tangannya menggenggam sendok, lalu menyuapik
POV FlorinaAku kira dengan rasa benci bisa melupakannya, tetapi ketika aku mendapat kabar dari Kak Putra jika Om Abimanyu baru saja keluar dari kamar hotel dengan seorang perempuan hatiku terasa sakit. Ternyata cintaku padanya tak sedangkal itu.Dengan penuh tekat, akupun mengirim pesan untuk bercerai.Bahkan tanganku sampai gemetar, ponsel yang aku pegang terjatuh ke lantai. Begini saja aku sudah tidak mampu menanggungnya, apakah selemah ini diriku? Tiba-tiba terdengar bunyi teriakan dari tetangga, aku yang panik segera menghapus air mata dan keluar dari rumah. "Ada apa?" tanyaku heran. Tapi perasaan aku sudah tidak enak. "Mama kamu—masuk rumah sakit!" "Hah? Kok bisa?" pekikku syok."Tadi katanya di warung ada orang yang menghina kamu, mama kamu nggak terima dan akhirnya mereka berantem. Mama kamu lawan tiga loh, walau menang tapi akhirnya pingsan dan banyak luka."Aku langsung meminta bantuan tet


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.