Pagi berikutnya, HR membuka ruang rapat lantai tiga untuk debrief psikologis. Kursi disusun melingkar, tidak ada meja di antara peserta; hanya air mineral, tisu, dan papan kecil bertuliskan: “Semua yang dibicarakan di sini boleh dicatatkan sebagai kebutuhan, bukan sebagai gosip.” Kepala HR, Bu Ratih, menjelaskan format: check‑in emosional 2 menit per orang, lalu sesi tanya jawab tentang perlindungan kerja selama badai daring.Naya duduk sejajar dengan timnya, bukan di ujung sebagai pimpinan. Ia meminta agar yang bicara pertama bukan dirinya. Seorang staf junior, Aira, mengangkat tangan duluan. “Saya kaget saat keluarga saya bertanya dari grup WhatsApp kompleks,” katanya. “Saya tahu ini kerjaan, tapi… rasanya seperti rumah ikut dipanggil ke kantor.” HR mencatat, lalu menjelaskan opsi EAP (Employee Assistance Program): empat sesi konseling gratis, bisa tatap muka atau daring, dengan psikolog yang tidak berada di bawah struktur perusahaan. “Kalau ingin, kami bisa jadwalkan har
Last Updated : 2025-11-10 Read more